Siap Bahasa.

Perbedaan TOEFL dan IELTS: Format, Skor, Biaya, dan Masa Berlaku

2 November 2026

Perbedaan TOEFL dan IELTS: Format, Skor, Biaya, dan Masa Berlaku

Perbedaan TOEFL dan IELTS yang paling menentukan ada pada skala skor, format Speaking, dan biaya. Keduanya menguji empat keterampilan yang sama, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking. IELTS memakai skala band 0–9 dan Speaking dilakukan lewat percakapan dengan penguji, sedangkan TOEFL iBT memakai skala baru 1–6 sejak Januari 2026 dengan skor pembanding 0–120 selama masa transisi, dan semua bagian dikerjakan di komputer. Di Indonesia, biaya IELTS per 2 November 2026 adalah Rp3.600.000, sedangkan biaya TOEFL iBT ditetapkan dalam dolar AS di situs ets.org.

Mahasiswa belajar bersama di perpustakaan

Tabel perbandingan TOEFL iBT dan IELTS

Tabel berikut merangkum perbedaan utama kedua tes untuk peserta di Indonesia. Angka biaya, durasi, dan skala skor berlaku per 2 November 2026 dan perlu dicek ulang di situs penyelenggara sebelum mendaftar, karena penyelenggara dapat mengubahnya.

AspekIELTSTOEFL iBT
Tujuan dan jenis tesIELTS Academic untuk kuliah dan registrasi profesi. IELTS General Training untuk kerja dan migrasi. Ada juga IELTS for UKVI dan IELTS Life Skills untuk kebutuhan visa Inggris.Satu tes utama, TOEFL iBT, yang dipakai terutama untuk pendaftaran kuliah di perguruan tinggi berbahasa Inggris. Tersedia di pusat tes atau sebagai Home Edition dari rumah.
Bagian tesListening, Reading, Writing, Speaking. Reading dan Writing berbeda antara Academic dan General Training. Listening dan Speaking sama untuk kedua jenis.Reading, Listening, Writing, Speaking. Semua bagian dikerjakan di komputer, termasuk Speaking yang direkam.
DurasiSekitar 2 jam 45 menit: Listening 30 menit, Reading 60 menit, Writing 60 menit, Speaking 11–14 menit.Sekitar 2 jam termasuk pengarahan. Waktu pengerjaan dasar: Reading sekitar 30 menit, Listening sekitar 29 menit, Writing sekitar 23 menit, Speaking sekitar 8 menit.
Skala skorBand 0–9. Setiap bagian diberi band sendiri, lalu dirata-rata menjadi band keseluruhan.Skala 1–6 per bagian dan keseluruhan sejak 21 Januari 2026. Selama dua tahun masa transisi, laporan skor juga mencantumkan skor pembanding keseluruhan pada skala lama 0–120.
Biaya di IndonesiaRp3.600.000 untuk Academic dan General Training. IELTS for UKVI Rp4.060.000. IELTS Life Skills Rp3.021.000.Ditetapkan dalam dolar AS (USD) di ets.org dan berbeda menurut lokasi tes. Cek angka final untuk Indonesia di akun ETS sebelum membayar.
Masa berlaku skor2 tahun sejak tanggal tes.2 tahun sejak tanggal tes. Setelah itu ETS tidak lagi melaporkan skor.
Diterima olehPerguruan tinggi, pemberi kerja, dan lembaga imigrasi di berbagai negara. Untuk visa dan migrasi, jenis tes yang diminta berbeda menurut negara tujuan.Perguruan tinggi dan lembaga yang mencantumkan TOEFL iBT dalam syarat pendaftarannya. Selalu cek halaman syarat institusi tujuan, karena tidak semua institusi menerima kedua tes.
Contoh penerimaan di IndonesiaLPDP menerima keduanya. Contoh pada panduan seleksi LPDP 2026 untuk magister luar negeri jalur Reguler: IELTS 6,5 atau TOEFL iBT 80. Angka TOEFL 80 berada pada skala 0–120, yang saat ini masih tercantum sebagai skor pembanding di laporan TOEFL iBT.

Penjelasan lengkap tentang posisi kedua tes ini dibanding tes lain ada di halaman perbandingan IELTS, TOEFL, dan PTE untuk kuliah dan beasiswa. Halaman itu berguna jika institusi tujuanmu juga menerima PTE Academic.

Bagian tes IELTS, satu per satu

IELTS terdiri dari empat bagian yang diujikan dalam satu rangkaian. Listening, Reading, dan Writing dikerjakan pada hari yang sama tanpa jeda. Speaking dapat dijadwalkan pada hari yang sama atau dalam rentang 7 hari sebelum atau sesudah bagian lain.

  • Listening, 30 menit. Empat rekaman, campuran percakapan dan monolog, diputar satu kali. Peserta menjawab pertanyaan berdasarkan isi rekaman.
  • Reading, 60 menit. Pada Academic, teks diambil dari bahan akademik. Pada General Training, teks berasal dari bahan sehari-hari dan pekerjaan.
  • Writing, 60 menit. Dua tugas menulis. Task 1 Academic meminta peserta menjelaskan data atau proses, sedangkan Task 1 General Training berupa surat. Task 2 pada kedua jenis berupa esai.
  • Speaking, 11–14 menit. Percakapan langsung dengan penguji dalam tiga bagian: perkenalan dan pertanyaan umum, berbicara tentang topik yang diberikan, lalu diskusi lanjutan.

Di Indonesia, IELTS diselenggarakan di komputer. British Council menyatakan semua tes IELTS mereka di Indonesia sudah berbasis komputer sejak 21 Juni 2026. Speaking tetap dilakukan sebagai percakapan dengan penguji.

Bagian tes TOEFL iBT, satu per satu

TOEFL iBT juga terdiri dari empat bagian, semuanya di komputer. Menurut halaman resmi ETS, susunan tugas pada format yang berlaku sekarang adalah sebagai berikut.

  • Reading, 50 soal, sekitar 30 menit. Tugasnya meliputi melengkapi kata, membaca teks kehidupan sehari-hari, dan membaca teks akademik.
  • Listening, 47 soal, sekitar 29 menit. Tugasnya meliputi memilih respons, mendengarkan percakapan, pengumuman, dan pembicaraan akademik.
  • Writing, 12 soal, sekitar 23 menit. Tugasnya meliputi menyusun kalimat, menulis email, dan menulis untuk diskusi akademik.
  • Speaking, 11 soal, sekitar 8 menit. Tugasnya berupa mendengarkan lalu mengulang, dan menjawab wawancara. Jawaban direkam, bukan diucapkan di depan penguji.

ETS menyebut tes ini bersifat adaptif, sehingga jumlah soal dan waktu pengerjaan dapat berbeda antar peserta. Tidak ada jeda terjadwal selama tes berlangsung.

Tumpukan buku warna-warni

Perbedaan cara penilaian yang perlu dipahami

IELTS memberi band untuk setiap bagian dan satu band keseluruhan yang merupakan rata-rata keempatnya, dibulatkan ke setengah band terdekat. Tidak ada skor lulus atau gagal pada IELTS. Setiap institusi menetapkan band minimalnya sendiri.

TOEFL iBT juga tidak mengenal skor lulus atau gagal dari ETS. Pada skala baru, skor keseluruhan adalah rata-rata skor empat bagian pada skala 1–6, dibulatkan ke setengah band terdekat. Selama masa transisi dua tahun setelah Januari 2026, peserta juga menerima skor pembanding keseluruhan 0–120.

Konsekuensi praktisnya: jika syarat institusi tujuanmu masih tertulis dalam skala 0–120, misalnya TOEFL iBT 80, jangan mengonversi sendiri dari skala 1–6. Gunakan skor pembanding 0–120 yang tercantum resmi di laporan skor TOEFL iBT, dan konfirmasi ke institusi bila ragu.

Perbedaan yang terasa saat tes adalah Speaking. Pada IELTS kamu berbicara dengan penguji manusia dalam percakapan dua arah. Pada TOEFL iBT kamu berbicara ke komputer dan jawabanmu direkam untuk dinilai. Sebagian peserta lebih nyaman dengan salah satu format ini, dan kenyamanan itu layak masuk pertimbangan setelah syarat institusi terpenuhi.

Biaya tes di Indonesia

Biaya IELTS di Indonesia per 2 November 2026 adalah Rp3.600.000 untuk IELTS Academic dan IELTS General Training. Untuk keperluan visa Inggris, IELTS for UKVI berharga Rp4.060.000 dan IELTS Life Skills Rp3.021.000. Rincian cara membaca struktur biaya ini ada di panduan biaya tes IELTS di Indonesia dan komponennya.

Biaya TOEFL iBT tidak dipatok dalam rupiah. ETS menetapkan biaya dalam dolar AS menurut lokasi tes, dan angka final untuk Indonesia tampil saat pendaftaran di ets.org. Karena kurs berubah, jangan memakai angka rupiah dari blog atau brosur lama sebagai patokan anggaran. Buka ets.org, pilih lokasi tes di Indonesia, dan catat angka yang tampil sebelum membayar.

Diterima untuk keperluan apa saja

Kuliah di luar negeri. Cek daftar tes yang diterima pada halaman syarat program studi tujuan. Sebagian program menerima IELTS Academic dan TOEFL iBT, sebagian hanya mencantumkan salah satu. Skor minimal juga berbeda antar program, termasuk kemungkinan syarat minimal per bagian.

Beasiswa. Pemberi beasiswa menetapkan tes dan skornya sendiri. Contohnya LPDP, yang pada panduan seleksi 2026 menerima IELTS dan TOEFL iBT dengan batas berbeda per skema dan jenjang. Syarat beasiswa dan syarat kampus adalah dua hal terpisah; keduanya harus dipenuhi.

Migrasi dan kerja. Untuk migrasi, British Council menempatkan IELTS General Training sebagai tes untuk bekerja, berlatih, atau bermigrasi ke negara seperti Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris, dengan ketentuan akhir pada otoritas imigrasi masing-masing negara. Untuk visa Inggris ada jalur IELTS for UKVI tersendiri. TOEFL iBT pada umumnya dipakai untuk keperluan akademik, jadi untuk migrasi bacalah syarat otoritas negara tujuan terlebih dahulu sebelum memilih tes.

Cara memilih antara TOEFL dan IELTS

Tidak ada tes yang unggul untuk semua orang. Gunakan urutan cek berikut.

  1. Tulis institusi, program, dan negara tujuanmu. Buka halaman syarat resminya dan catat tes apa saja yang diterima beserta skor minimal total dan per bagian.
  2. Jika hanya satu tes yang diterima, pilihan selesai di langkah ini. Ambil tes tersebut.
  3. Jika keduanya diterima, bandingkan format Speaking: percakapan dengan penguji pada IELTS, atau jawaban rekaman pada TOEFL iBT.
  4. Bandingkan durasi dan ritme tes. IELTS sekitar 2 jam 45 menit dengan Speaking yang bisa terpisah hari. TOEFL iBT sekitar 2 jam dalam satu sesi tanpa jeda terjadwal.
  5. Hitung biaya dengan angka resmi terbaru. IELTS memakai harga rupiah yang jelas. TOEFL iBT memakai harga dolar AS, jadi total rupiahmu tergantung kurs saat membayar.
  6. Hitung mundur dari tenggat pendaftaran. Skor kedua tes berlaku 2 tahun, jadi jangan mengambil tes terlalu awal jika proses pendaftaranmu masih panjang.
  7. Ikuti tes diagnostik atau latihan resmi untuk kedua format bila masih ragu, lalu nilai bagian mana yang paling jauh dari target.

Setelah memilih tes, susun jadwal belajar berdasarkan format tes itu, bukan format tes lain. Untuk IELTS, mulai dari panduan cara belajar IELTS untuk pemula dari nol. Jika kamu belajar dengan pendamping, lihat pilihan kursus persiapan tes bahasa Inggris di SiapBahasa dan sesuaikan materinya dengan tes yang sudah kamu pilih.

Sumber