Tes TOPIK Korea: TOPIK I vs II, Level 1–6, dan Bedanya dari EPS-TOPIK
29 Mei 2026
Tes TOPIK Korea adalah Test of Proficiency in Korean, ujian profisiensi bahasa Korea umum yang diselenggarakan oleh NIIED dan diadministrasikan di Indonesia oleh Korean Education Center Indonesia. Tes ini terbagi menjadi TOPIK I untuk level 1 dan 2 serta TOPIK II untuk level 3 sampai 6, dan diselenggarakan di Indonesia dalam format berbasis kertas maupun berbasis internet. Kegunaan utamanya adalah studi, beasiswa, dan pembuktian profisiensi secara umum. Tes ini berbeda secara tegas dari EPS-TOPIK, yang khusus untuk penempatan kerja melalui skema pemerintah ke pemerintah.
Apa struktur TOPIK: TOPIK I dan TOPIK II?
Menurut kerangka NIIED, TOPIK adalah satu ujian dengan dua kelompok tingkat. TOPIK I mengukur level 1 dan 2, yaitu kemampuan dasar untuk percakapan sehari-hari, kalimat sederhana, dan kebutuhan hidup pokok. TOPIK II mengukur level 3 sampai 6, dari kemampuan menengah untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial sampai pemahaman dan pemakaian lanjutan untuk keperluan akademik dan profesional.
Hasil Anda dinyatakan sebagai level di dalam kelompok yang Anda ambil, berdasarkan skor yang Anda capai. Artinya, memilih kelompok tes adalah keputusan pertama yang menentukan: peserta yang kebutuhan dokumennya level 3 tidak akan memenuhinya dari TOPIK I berapa pun skornya, dan peserta yang baru membutuhkan level dasar tidak perlu memaksakan diri mengambil TOPIK II. Kerangka tes bahasa Korea secara keseluruhan ada pada halaman panduan tes bahasa Korea.
TOPIK diselenggarakan NIIED dalam beberapa format penyelenggaraan, yaitu Paper-Based Test, Internet-Based Test, dan format Speaking yang terpisah. Format yang tersedia pada sebuah sesi di Indonesia mengikuti pengumuman KECID untuk sesi tersebut, jadi bacalah pengumuman sesi, bukan hanya kerangka globalnya.
Di mana dan seberapa sering TOPIK diadakan di Indonesia?
Menurut penyelenggaraan KECID, TOPIK di Indonesia berjalan dalam pola dua sesi PBT dan sesi IBT dalam setahun, di lima kota: Jakarta bertempat di Jakarta Indonesia Korean School, Bandung di UPI, Yogyakarta di UGM, Surabaya di Widya Mandala, dan Bali di Bali Korean School. Lima kota itu adalah peta penyelenggaraan tahun 2026 yang terdokumentasi. Kota dan jendela untuk tahun berikutnya mengikuti pengumuman KECID dan tidak boleh dianggap sama sebelum diumumkan.
Biaya format PBT di Indonesia adalah Rp300.000 untuk TOPIK I dan Rp450.000 untuk TOPIK II. Angka itu dirinci sebagai rujukan biaya utama pada halaman biaya tes TOPIK. Artikel ini menyebutnya secara singkat agar Anda dapat menganggarkan kelompok tes Anda, dan mengarahkan rincian serta catatan format IBT ke halaman biaya tersebut. Tempat belajar di ibu kota dapat dibandingkan pada halaman kursus bahasa Korea di Jakarta.
Apa beda TOPIK dan EPS-TOPIK?
Perbedaan ini adalah yang paling sering merugikan peserta bila tertukar, karena kedua nama itu mirip tetapi penyelenggara, tujuan, dan akibatnya berbeda sepenuhnya.
| Aspek | TOPIK | EPS-TOPIK |
|---|---|---|
| Tujuan | Profisiensi umum untuk studi, beasiswa, dan keperluan profesional | Seleksi bahasa untuk penempatan kerja skema Employment Permit System |
| Penyelenggara kerangka | NIIED; administrasi Indonesia oleh KECID | Sistem EPS oleh HRD Korea; putaran Indonesia diumumkan KP2MI |
| Hasil | Level 1 sampai 6 dalam TOPIK I atau TOPIK II | Kelulusan ujian bahasa sebagai syarat melamar penempatan, bukan level TOPIK |
| Pendaftaran | Mengikuti pengumuman sesi KECID per kota | Mengikuti pengumuman putaran KP2MI melalui SISKOP2MI |
Aturan praktisnya: untuk studi dan bukti profisiensi umum, tesnya adalah TOPIK melalui KECID. Untuk melamar kerja lewat skema pemerintah ke pemerintah, tesnya adalah EPS-TOPIK melalui pengumuman KP2MI. Membayar dan lulus salah satunya tidak menggantikan yang lain.
Penjelasan jalur kerja tersebut ada pada halaman informasi EPS-TOPIK dan halaman kursus bahasa Korea di Jakarta untuk konteks persiapan di ibu kota.
Untuk keperluan apa hasil TOPIK dipakai?
Studi dan beasiswa. Universitas dan program beasiswa menyebut level TOPIK yang diminta pada syaratnya masing-masing. Sebagai konteks yang sudah terverifikasi, beasiswa GKS tidak mewajibkan TOPIK, tetapi pemegang sertifikat TOPIK memperoleh nilai tambah dalam seleksinya. Rinciannya dibahas pada halaman beasiswa GKS Korea. Artinya, TOPIK dapat memperkuat aplikasi beasiswa tanpa menjadi syarat wajibnya, dan keputusan mengambilnya perlu dibaca dari pedoman program tujuan Anda.
Keperluan profesional dan umum. Sertifikat TOPIK adalah bukti profisiensi yang diterbitkan penyelenggara resmi dan dapat dipakai di mana pun sebuah lembaga meminta bukti kemampuan bahasa Korea secara umum. Lembaga tujuan tetap menetapkan level minimalnya sendiri.
Bukan untuk penempatan EPS. Hasil TOPIK tidak dipakai sebagai pengganti EPS-TOPIK dalam skema penempatan kerja pemerintah ke pemerintah. Bila tujuan tunggal Anda adalah jalur kerja tersebut, susun persiapan Anda mengikuti pengumuman KP2MI, bukan kalender TOPIK.
Bagaimana memilih antara TOPIK I dan TOPIK II?
Mulailah dari dokumen yang Anda kejar. Bila syarat lembaga tujuan menyebut level 1 atau 2, atau Anda membutuhkan bukti dasar pertama Anda, kelompoknya adalah TOPIK I. Bila syaratnya level 3 ke atas, kelompoknya adalah TOPIK II, dan skor Anda di dalam kelompok itulah yang menentukan level yang diberikan.
Pertimbangan kedua adalah kesiapan. Mengambil TOPIK II dengan kemampuan yang masih berada pada level dasar menghasilkan skor rendah di dalam kelompok yang salah, yang tidak berubah menjadi sertifikat level dasar. Ukur posisi Anda dengan bahan contoh resmi sebelum jendela pendaftaran sesi dibuka, karena pendaftaran per sesi berjalan dalam jendela yang ditentukan dan ditutup mengikuti kuota.
Langkah pendaftarannya sendiri, dari membaca pengumuman sampai mencetak kartu ujian, disusun pada halaman cara daftar TOPIK.
Bagaimana format penyelenggaraan memengaruhi persiapan Anda?
Format PBT dan IBT menguji kerangka kemampuan yang sama, tetapi pengalaman mengerjakannya berbeda. Pada format berbasis kertas, Anda bekerja dengan lembar soal dan lembar jawaban fisik dalam sesi yang terjadwal tetap. Pada format berbasis internet, soal dikerjakan melalui komputer di tempat tes yang ditunjuk. Perbedaan ini layak masuk persiapan Anda: biasakan diri dengan medium sesi yang akan Anda ikuti, terutama untuk bagian menyimak dan menulis, agar hari tes Anda habiskan untuk menjawab soal, bukan untuk menyesuaikan diri dengan mediumnya.
Format Speaking adalah penyelenggaraan terpisah dalam kerangka NIIED dan tidak otomatis termasuk dalam sesi PBT atau IBT yang Anda ikuti di Indonesia. Bila sebuah lembaga meminta bukti kemampuan berbicara secara khusus, bacalah syaratnya dengan teliti dan periksa format apa yang sebenarnya diminta, karena mengikuti sesi utama TOPIK tidak dengan sendirinya menghasilkan nilai Speaking yang terpisah.
Apa pun formatnya, aturan yang menentukan tetap pengumuman sesi KECID: format yang tersedia, kota, dan jendela pendaftaran semuanya tercantum di sana untuk sesi tersebut, dan kerangka global tidak menggantikan pengumuman lokal.
Kesimpulan: daftar periksa tes TOPIK Korea
- TOPIK adalah ujian profisiensi umum NIIED, diadministrasikan di Indonesia oleh KECID.
- TOPIK I mencakup level 1 dan 2; TOPIK II mencakup level 3 sampai 6.
- Penyelenggaraan Indonesia terdokumentasi di lima kota dengan pola dua sesi PBT dan sesi IBT dalam setahun.
- Biaya PBT adalah Rp300.000 untuk TOPIK I dan Rp450.000 untuk TOPIK II; rincian biaya menjadi rujukan halaman biaya tes TOPIK.
- TOPIK dan EPS-TOPIK adalah dua tes berbeda untuk tujuan berbeda dan tidak saling menggantikan.
- Untuk GKS, TOPIK tidak wajib, tetapi sertifikatnya memberi nilai tambah.