Tokutei Ginou: Syarat Bahasa, Tes Keterampilan, dan Rute dari Indonesia
2 November 2026
Tokutei Ginou adalah nama Jepang untuk Specified Skilled Worker (SSW), status izin tinggal kerja di Jepang untuk bidang-bidang industri tertentu. Untuk memperolehnya, pelamar harus memenuhi dua syarat utama: lulus tes bahasa Jepang pada level yang ditetapkan dan lulus tes keterampilan untuk bidang yang dipilih. Artikel ini menjelaskan kedua syarat itu, rute pengajuan dari Indonesia, dan urutan persiapannya. Rujukan tesnya ada di halaman tes bahasa untuk kerja di Jepang.
Apa itu Tokutei Ginou?
Tokutei Ginou (特定技能) adalah status izin tinggal yang dibuat pemerintah Jepang agar warga negara asing dapat bekerja pada bidang industri yang ditetapkan. Dalam bahasa Inggris status ini disebut Specified Skilled Worker, disingkat SSW.
Status ini bukan visa turis yang diubah fungsinya dan bukan pula program pemagangan. Pemegangnya masuk sebagai pekerja pada satu bidang tertentu, dan kelayakannya dibuktikan lewat tes, bukan lewat ijazah.
Karena itu, persiapan Tokutei Ginou selalu terdiri dari dua jalur yang berjalan bersamaan: bahasa dan keterampilan bidang. Keduanya dibahas satu per satu di bawah.
Bidang apa saja yang termasuk?
Menurut situs resmi program SSW dari Immigration Services Agency of Japan, per 2 November 2026 program Specified Skilled Worker (i) mencakup 19 bidang pekerjaan. Specified Skilled Worker (ii) mencakup 11 bidang.
Contoh bidang yang tercantum di halaman resmi tersebut antara lain perawatan lansia (nursing care), kebersihan gedung, konstruksi, manufaktur produk industri, perhotelan (accommodation), pertanian, perikanan dan akuakultur, manufaktur makanan dan minuman, serta kehutanan. Daftar lengkap dan rincian tiap bidang hanya akurat jika dibaca di situs resmi program, karena bidang dan aturan ujiannya dapat berubah.
Satu catatan dari halaman resmi yang sama: untuk bidang layanan makanan (food service), saat ini tertulis tidak menerima aplikasi baru. Jika bidang ini target Anda, cek status terbarunya langsung di situs resmi sebelum mengeluarkan biaya persiapan.
Apa syarat bahasanya?
Syarat bahasa untuk Specified Skilled Worker adalah lulus JFT-Basic pada level A2 atau lulus JLPT level N4 atau lebih tinggi, disertai lulus tes keterampilan untuk bidang yang dipilih.
JFT-Basic adalah Japan Foundation Test for Basic Japanese, tes berbasis komputer yang diselenggarakan Japan Foundation. Menurut halaman resmi JFT-Basic, sejak Agustus 2026 tes ini menilai tiga level: A1, A2.1, dan A2.2 (A2). Level A2 yang dibutuhkan SSW adalah ujung atas dari penilaian tersebut.
JLPT adalah Japanese-Language Proficiency Test. Level N4 adalah level yang diterima sebagai pemenuhan syarat bahasa SSW, dan level di atasnya, seperti N3, tentu juga memenuhi.
Anda hanya perlu salah satu dari dua bukti bahasa itu, bukan keduanya. Penjelasan khusus syarat bahasanya ada di halaman JFT-Basic A2 dan syarat bahasa Tokutei Ginou.
Apa syarat keterampilannya?
Syarat kedua adalah lulus tes keterampilan (skills proficiency test) untuk bidang yang Anda pilih. Tesnya berbeda per bidang, karena yang diuji adalah kemampuan kerja pada bidang tersebut.
Halaman tes resmi program SSW menyatakan: untuk bekerja dengan status Specified Skilled Worker (i), seseorang harus lulus tes bahasa Jepang dan tes keterampilan. Untuk Specified Skilled Worker (ii), yang harus lulus adalah tes keterampilan Specified Skilled Worker (ii), dan pengalaman kerja dapat disyaratkan untuk mengikuti tesnya.
Artinya, Tokutei Ginou tipe (i) dan tipe (ii) bukan sekadar dua nama. Keduanya berbeda dalam jumlah bidang yang dicakup, 19 berbanding 11, dan berbeda dalam bentuk tes keterampilannya. Rincian masa tinggal dan aturan lanjutan masing-masing tipe harus dibaca di situs resmi Immigration Services Agency of Japan, karena artikel ini tidak mengutip ketentuan yang tidak tercantum di halaman yang dibuka.
Apa peran baru JFT-Basic sejak Agustus 2026?
Sejak Agustus 2026, JFT-Basic tidak hanya dipakai untuk Specified Skilled Worker (i). Halaman resmi Japan Foundation mencantumkan JFT-Basic sebagai tes untuk mengukur kemahiran yang dibutuhkan bagi tiga status izin tinggal: Specified Skilled Worker (i), Employment for Skill Development, dan Student untuk pendaftaran ke lembaga pendidikan bahasa Jepang.
Employment for Skill Development adalah status baru yang disiapkan pemerintah Jepang. Bagi pelamar Indonesia, arti praktisnya sederhana: satu tes bahasa yang sama kini relevan untuk lebih dari satu jalur masuk kerja, sehingga hasil JFT-Basic tidak hanya berguna untuk SSW.
Namun hasil tes tetap harus memenuhi level yang diminta status tujuan. Menyimpan sertifikat JFT-Basic tidak otomatis memenuhi syarat status lain jika levelnya tidak mencapai yang ditetapkan.
Bagaimana rute pengajuan dari Indonesia?
Pelamar dari Indonesia umumnya berangkat lewat organisasi pengirim berlisensi, yang disebut sending organisation (SO) atau LPK. Lembaga inilah yang mengurus proses penempatan sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu contoh SO yang beroperasi di Indonesia adalah IGEN Indonesia, disebut di sini sebagai contoh nama, tanpa penilaian peringkat.
Rute resmi penting karena seluruh prosesnya tercatat: tes yang diikuti, bidang yang dipilih, dan perusahaan penerima di Jepang. Penjelasan menyeluruh tentang jalur ini ada di halaman syarat kerja di Jepang dan jalur Tokutei Ginou.
Waspadai perantara yang tidak dapat menunjukkan status lembaganya secara tertulis, yang meminta biaya besar di awal tanpa rincian, atau yang menjanjikan keberangkatan tanpa tes. Tes bahasa dan tes keterampilan adalah syarat dari pemerintah Jepang; tidak ada perantara yang dapat menghapusnya.
Apa bedanya dengan jalur Jepang yang lain?
Tokutei Ginou sering tertukar dengan dua jalur lain. Pertama, jalur perawat G-to-G lewat perjanjian EPA (Economic Partnership Agreement) antara Indonesia dan Jepang. Jalur EPA adalah skema antar-pemerintah tersendiri untuk penempatan perawat dan calon perawat lansia, dengan seleksi dan ketentuannya sendiri; jalur ini bukan bagian dari SSW.
Kedua, program pemagangan teknis (technical intern training, atau ginou jisshuu). Perbedaan yang tercantum di halaman tes resmi SSW adalah soal pengakuan pengalaman: orang yang telah menyelesaikan Technical Intern Training (ii) dengan baik tidak perlu mengikuti tes bahasa dan tes keterampilan untuk SSW, kecuali jika ia ingin bekerja di bidang yang berbeda, yang dalam hal itu tes keterampilan bidang barunya tetap wajib.
Di luar dua poin tersebut, artikel ini tidak membandingkan ketiga jalur lebih jauh. Perbandingan yang lebih rinci harus dibaca dari ketentuan resmi masing-masing skema.
Bagaimana urutan persiapannya?
Urutan yang masuk akal dimulai dari bahasa, karena hasilnya menjadi syarat di semua bidang. Persiapan bahasa untuk target Jakarta dan kota lain dapat dilihat di halaman kursus bahasa Jepang di Jakarta.
- Tentukan bidang target. Pilihan bidang menentukan tes keterampilan mana yang harus diikuti, jadi putuskan sebelum membeli paket persiapan apa pun.
- Kerjakan bahasa sampai level syarat. Targetnya jelas: JFT-Basic level A2 atau JLPT N4 atau lebih tinggi.
- Ikuti tes bahasa dan simpan sertifikatnya. Sertifikat ini adalah bukti formal yang akan dipakai dalam proses pengajuan.
- Persiapkan dan ikuti tes keterampilan bidang. Materinya mengikuti bidang yang sudah dipilih pada langkah pertama.
- Masuk proses lewat SO/LPK berlisensi. Bawa kedua bukti kelulusan, dan minta seluruh biaya serta tahapan dijelaskan tertulis.
- Cek ulang ketentuan terbaru di situs resmi. Bidang, jadwal tes, dan status penerimaan dapat berubah; data di artikel ini adalah keadaan per 2 November 2026.
Tidak ada langkah yang bisa dilompati dengan membayar lebih mahal. Lembaga atau perantara yang menawarkan jalan pintas dari urutan ini sedang menawarkan sesuatu di luar ketentuan resmi.
Di mana mengecek jadwal tesnya?
Jadwal tes bahasa dan tes keterampilan untuk program ini diterbitkan di halaman tes resmi program SSW. Halaman tersebut memuat jadwal JFT-Basic dan JLPT serta jadwal tes keterampilan per bidang, termasuk jadwal pelaksanaan di Indonesia.
Karena jadwal berubah mengikuti periode tes, jangan berpegang pada tangkapan layar lama dari media sosial atau brosur lembaga. Buka halaman tes resminya pada saat Anda siap mendaftar, lalu cocokkan bidang dan negaranya.
Cara yang sama berlaku untuk syarat bidang: setiap bidang punya halaman rincian resmi sendiri. Membaca rincian bidang target Anda langsung dari sumbernya adalah bagian dari persiapan, bukan langkah tambahan.