Perbedaan PTE dan IELTS: Format Komputer, Skor 10–90 vs Band 0–9, dan Biaya per 3 November 2026
27 Mei 2026
Perbedaan PTE dan IELTS yang paling menentukan ada pada cara Speaking diuji, skala skor, dan cara hasil dipakai oleh lembaga tujuan. PTE Academic sepenuhnya berbasis komputer, termasuk Speaking yang diucapkan ke komputer dalam satu sesi sekitar dua jam. IELTS menguji Speaking lewat percakapan dengan penguji, dan di Indonesia biayanya per 3 November 2026 adalah Rp3.600.000, sedangkan PTE Academic menurut tabel IDP Indonesia adalah USD 222. Keduanya menguji empat keterampilan yang sama, tetapi pengalaman tes dan cara membaca skornya berbeda jauh.
Tabel perbandingan PTE Academic dan IELTS
Tabel berikut merangkum perbedaan utama kedua tes untuk peserta di Indonesia. Angka biaya dan format berlaku per 3 November 2026 dan perlu dicek ulang di situs penyelenggara sebelum mendaftar.
| Aspek | PTE Academic | IELTS |
|---|---|---|
| Penyelenggara | Pearson | IDP dan British Council |
| Format | Sepenuhnya berbasis komputer di pusat tes resmi, termasuk Speaking ke komputer | Berbasis komputer di Indonesia; Speaking berupa percakapan dengan penguji |
| Sesi | Satu sesi sekitar 2 jam untuk empat keterampilan | Sekitar 2 jam 45 menit; Speaking dapat dijadwalkan terpisah dalam rentang yang ditentukan penyelenggara |
| Skala skor | 10–90 | Band 0–9, per bagian dan keseluruhan |
| Biaya di Indonesia | USD 222 menurut IDP Indonesia (sekitar Rp3.608.931 sebagaimana dicetak IDP) | Rp3.600.000 untuk Academic dan General Training |
| Hasil | Lazimnya sekitar 2 hari kerja | Pada tes di komputer, 1–2 hari |
| Masa berlaku | 2 tahun; 3 tahun untuk keperluan imigrasi Australia menurut IDP Indonesia | 2 tahun |
| Varian utama | Academic, Academic UKVI, Core, Home | Academic, General Training, for UKVI, Life Skills |
Penjelasan posisi ketiga tes besar ada di halaman perbandingan IELTS, TOEFL, dan PTE, dan perbandingan pasangan yang lebih dulu ada dapat dibaca pada halaman perbedaan TOEFL dan IELTS.
Bagaimana Speaking diuji pada kedua tes?
Inilah perbedaan yang paling terasa pada hari tes. Pada PTE Academic, Anda berbicara ke mikrofon komputer. Jawaban direkam dan dinilai dalam sistem berbasis komputer, bersama bagian lain dalam sesi yang sama. Tidak ada penguji yang duduk di depan Anda, tidak ada percakapan dua arah, dan ritme sesi berjalan mengikuti instruksi di layar.
Pada IELTS, Speaking adalah percakapan langsung dengan penguji dalam tiga bagian: perkenalan dan pertanyaan umum, berbicara tentang topik yang diberikan, lalu diskusi lanjutan. Format ini dijelaskan juga pada post perbandingan sebelumnya sebagai ciri khas IELTS. Sebagian peserta merasa lebih tenang berbicara dengan manusia yang memberi respons; sebagian lain justru lebih tenang berbicara ke komputer tanpa merasa diamati. Keduanya adalah preferensi yang sah, tetapi preferensi baru boleh menentukan pilihan setelah syarat lembaga tujuan terpenuhi.
Bagaimana membaca skala skor 10–90 dan band 0–9?
PTE Academic memakai skala 10–90. IELTS memakai band 0–9, dengan band untuk setiap bagian dan satu band keseluruhan sebagai rata-rata. Angka pada kedua skala tidak dapat dipertukarkan dengan hitungan sederhana. Skor 65 pada PTE bukan band 6,5 pada IELTS, dan band 6,5 pada IELTS bukan skor 65 pada PTE.
Cara yang benar adalah membaca syarat lembaga tujuan dalam tes yang akan Anda ambil. Bila sebuah program menulis syaratnya dalam IELTS, ambil angka IELTS-nya. Bila program itu juga menerima PTE, program tersebut biasanya mencantumkan angka PTE-nya sendiri. Jangan mengonversi sendiri dari tabel konversi tidak resmi, karena lembaga tujuan memakai angkanya sendiri dan angka itulah yang dipakai dalam seleksi.
Prinsipnya: tidak ada tes yang lulus atau gagal dengan sendirinya. Setiap lembaga menetapkan skor minimalnya sendiri, pada tes yang diterimanya, dan tugas peserta adalah memenuhi angka lembaga tersebut pada tes yang dipilih.
Berapa biaya masing-masing tes di Indonesia?
Per 3 November 2026, biaya IELTS Academic dan General Training di Indonesia adalah Rp3.600.000. Rinciannya dibahas pada halaman biaya tes IELTS di Indonesia.
Biaya PTE Academic menurut halaman biaya IDP Indonesia adalah USD 222, dengan nilai sekitar Rp3.608.931 sebagaimana dicetak oleh IDP pada halaman tersebut. Karena PTE dipatok dalam dolar AS, nilai rupiah yang Anda bayar mengikuti ketentuan pembayaran saat pendaftaran. IDP juga mencantumkan varian lain pada tabel yang sama, dan menandai bahwa biaya dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk rincian keluarga PTE, baca halaman biaya tes PTE dan penjelasan induknya pada halaman apa itu PTE.
Selisih rupiah kedua tes pada angka di atas terlihat kecil, tetapi jangan memilih tes hanya dari selisih biaya pendaftaran. Biaya yang lebih menentukan adalah biaya persiapan dan biaya pengulangan bila skor belum mencapai syarat. Tes yang formatnya lebih cocok dengan cara Anda berbicara dan menulis biasanya lebih murah dalam total perjalanan, meskipun biaya pendaftarannya sedikit lebih tinggi.
Untuk keperluan apa masing-masing tes diterima?
Kuliah dan beasiswa di luar negeri. Periksa halaman syarat program tujuan dan catat tes apa saja yang diterima beserta skor minimalnya. Sebagian program menerima keduanya, sebagian hanya mencantumkan satu. PTE Academic disetujui pemerintah Australia dan Selandia Baru untuk keperluan visa kerja dan migrasi menurut Pearson, dan diterima ribuan universitas dan kolej di dunia. IELTS diterima luas untuk studi, kerja, dan migrasi, dengan varian yang berbeda menurut keperluan.
LPDP. Di sinilah asimetri yang paling sering disalahpahami. Untuk program Reguler luar negeri, syarat bahasa pada panduan LPDP adalah IELTS 6,5 untuk magister atau TOEFL iBT 80. PTE Academic 50 tercantum untuk program dalam negeri dan untuk skema Afirmasi. Artinya, jangan menganggap skor PTE otomatis memenuhi syarat Reguler luar negeri. Bila target Anda adalah Reguler luar negeri dan syarat tertulisnya IELTS, tes yang perlu Anda ambil adalah IELTS, berapa pun skor PTE yang sudah Anda miliki.
Migrasi dan kerja. Untuk keperluan imigrasi Australia, IDP Indonesia mencatat masa berlaku skor PTE selama 3 tahun, lebih panjang dari masa berlaku umumnya yang 2 tahun. Ketentuan akhir tetap berada pada otoritas negara tujuan, jadi bacalah halaman syarat visa Anda sebelum memilih tes dan sebelum menghitung masa berlaku skor.
Bagaimana memilih antara PTE dan IELTS?
Gunakan urutan berikut agar pilihan Anda ditentukan oleh syarat, bukan oleh kesan umum tentang tes mana yang lebih mudah.
- Tulis lembaga, program, dan negara tujuan Anda, lalu buka halaman syarat resminya.
- Catat tes yang diterima beserta skor minimal total dan, bila ada, skor minimal per bagian.
- Bila hanya satu tes yang diterima, pilihan selesai. Ambil tes tersebut.
- Bila keduanya diterima, bandingkan format Speaking: ke komputer pada PTE, atau percakapan dengan penguji pada IELTS.
- Bandingkan ritme sesi: satu sesi sekitar dua jam pada PTE, atau rangkaian yang lebih panjang dengan kemungkinan Speaking terpisah pada IELTS.
- Hitung total biaya perjalanan: pendaftaran, persiapan, dan cadangan satu kali pengulangan.
- Ikuti latihan resmi kedua format bila masih ragu, lalu nilai bagian mana yang paling jauh dari target Anda.
Tidak ada jawaban umum bahwa PTE selalu lebih mudah atau IELTS selalu lebih aman. Yang ada adalah kesesuaian antara syarat lembaga tujuan, format tes, dan profil kemampuan Anda pada empat keterampilan yang diuji.
Kesimpulan: daftar periksa perbedaan PTE dan IELTS
- PTE Academic sepenuhnya berbasis komputer, termasuk Speaking ke komputer, dalam satu sesi sekitar 2 jam.
- IELTS menguji Speaking lewat percakapan dengan penguji; biaya di Indonesia Rp3.600.000 per 3 November 2026.
- Biaya PTE Academic USD 222 menurut IDP Indonesia; skala skornya 10–90, sedangkan IELTS memakai band 0–9.
- Hasil PTE lazimnya sekitar 2 hari kerja; hasil IELTS di komputer 1–2 hari.
- Untuk LPDP Reguler luar negeri, syarat tertulisnya IELTS 6,5 atau TOEFL iBT 80; PTE Academic 50 berlaku untuk program dalam negeri dan Afirmasi.
- Pilih berdasarkan daftar tes yang diterima lembaga tujuan, bukan berdasarkan konversi skor buatan sendiri.