Siap Bahasa.

Perbedaan TOEFL dan TOEIC: Tujuan Studi vs Tempat Kerja dan Penyelenggaranya

15 Juni 2026

Perbedaan TOEFL dan TOEIC: Tujuan Studi vs Tempat Kerja dan Penyelenggaranya

Perbedaan TOEFL dan TOEIC adalah pertanyaan yang muncul karena keduanya lahir dari pemilik yang sama — ETS — dan sama-sama diawali huruf yang nyaris identik. Di bawah nama yang mirip itu, keduanya adalah tes untuk dua dunia yang berbeda: TOEFL mengukur bahasa Inggris akademik untuk studi, sedangkan TOEIC mengukur bahasa Inggris komunikasi tempat kerja. Artikel ini memisahkan keduanya dari segi tujuan, penyelenggara di Indonesia, format, dan cara skornya dipakai, agar Anda tidak membayar tes yang salah untuk berkas yang benar.

Tangan menulis di atas kertas

Pemisah intinya: TOEFL menjawab pertanyaan "bisakah Anda mengikuti perkuliahan berbahasa Inggris?" — TOEIC menjawab "bisakah Anda berkomunikasi dalam bahasa Inggris di tempat kerja?" Berkas Anda menuntut salah satu jawaban itu, tidak pernah keduanya sekaligus.

Apa perbedaan tujuan keduanya?

TOEFL — dalam varian iBT maupun ITP — berakar pada konteks pendidikan. TOEFL iBT dipakai universitas untuk menilai kesiapan akademik pelamar; TOEFL ITP dipakai institusi di dalam negeri untuk keperluan administratif dan akademik domestik. Keduanya menilai kemampuan mengikuti materi, kuliah, dan tugas berbahasa Inggris.

TOEIC dirancang untuk konteks profesional. Penggunanya adalah perusahaan dan instansi yang ingin mengukur kemampuan komunikasi bahasa Inggris calon karyawan atau pegawainya untuk lingkungan kerja internasional — rapat, korespondensi, dan interaksi bisnis. Sebuah perusahaan yang meminta TOEIC tidak sedang menilai kesiapan kuliah Anda, dan sebuah universitas yang meminta TOEFL tidak sedang menilai kesiapan kerja Anda. Menukar keduanya hampir selalu berakhir dengan skor yang tidak diterima, bukan skor yang "dianggap setara".

Posisi kedua tes ini di antara pilihan tes Inggris lain terlihat pada halaman perbandingan IELTS, TOEFL, dan PTE.

Siapa penyelenggaranya di Indonesia?

Di sinilah perbedaan keduanya menjadi sangat praktis, karena kanal resmi Indonesianya berbeda. TOEIC berada di bawah ITC Indonesia, perwakilan ETS untuk TOEIC, yang menerbitkan tarif resminya. TOEFL ITP berada di bawah IIEF (Indonesian International Education Foundation), institusi yang ditunjuk ETS untuk tes institusional itu, dengan biaya yang ditetapkan per test center. TOEFL iBT menempati posisi ketiga: sesi resmi melalui jalur ETS, dengan opsi pembayaran voucher melalui ITC sebagai anggota ETS Preferred Network.

Konsekuensi dari perbedaan kanal ini nyata. Jadwal resmi, daftar test center, dan tarif yang sah untuk masing-masing tes diterbitkan oleh otoritas yang berbeda — halaman ITC adalah rujukan TOEIC, halaman IIEF adalah rujukan ITP. Penjelasan lengkap tes kerja ini ada pada halaman penjelasan tes TOEIC, dan penjelas institusionalnya pada halaman tes TOEFL ITP.

Bagaimana format dan skornya berbeda?

TOEIC Listening and Reading menilai dua keterampilan reseptif — mendengarkan dan membaca — dalam konteks tempat kerja, dan TOEIC juga menawarkan tes Speaking and Writing yang terpisah sebagai produk tersendiri. Struktur dua produk ini tercermin pada tarif resmi ITC yang berlaku 1 Januari sampai 31 Desember 2026: TOEIC Listening and Reading Rp675.000 dan TOEIC Speaking and Writing Rp1.452.000, keduanya termasuk PPN 11%.

TOEFL iBT, sebaliknya, adalah satu tes yang menguji empat keterampilan sekaligus — membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis — dalam konteks akademik, dan sejak 21 Januari 2026 hasilnya dilaporkan pada skala band 1–6. TOEFL ITP berada di tengah: tiga bagian reseptif dan struktur, tanpa berbicara dan tanpa esai, untuk keperluan domestik. Perbandingan iBT dengan pesaing akademiknya dibahas pada halaman perbedaan TOEFL dan IELTS, dan pemisahan dua varian TOEFL-nya pada halaman perbedaan TOEFL ITP dan iBT.

AspekTOEFLTOEIC
KonteksAkademik / studiTempat kerja / profesional
Pemilik tesETSETS
Otoritas IndonesiaIIEF (ITP); jalur ETS & voucher ITC (iBT)ITC Indonesia
Keterampilan intiiBT: 4 keterampilan; ITP: 3 bagian reseptif-strukturListening & Reading; Speaking & Writing sebagai tes terpisah
Pemakai skorUniversitas, program beasiswa, institusi domestikPerusahaan dan instansi pemberi kerja

Tumpukan buku berwarna-warni

Bisakah skor keduanya dikonversi?

Tidak ada konversi resmi yang membuat skor TOEIC dapat menggantikan syarat TOEFL atau sebaliknya. Kedua tes mengukur konstruk yang berbeda pada populasi dan konteks yang berbeda, dan ETS tidak menerbitkan tabel kesetaraan yang mengikat penerima skor. Tabel "konversi TOEFL–TOEIC" yang beredar di internet adalah perkiraan pihak ketiga tanpa kekuatan administratif: sebuah berkas yang ditolak tidak akan diterima kembali karena Anda melampirkan tabel dari blog.

Hal yang sama berlaku antar-varian TOEFL sendiri. Skor ITP tidak menjadi skor iBT dengan konversi apa pun, karena keduanya tidak menguji keterampilan yang sama. Satu-satunya dokumen yang menentukan tes mana yang Anda butuhkan adalah dokumen syarat dari pihak penerima — universitas, perusahaan, atau instansi — dibaca pada nama tesnya yang persis.

Tes mana yang harus Anda ambil?

Ikuti pemakainya. Bila tujuan Anda studi — terutama ke luar negeri — tesnya hampir selalu berada di keluarga TOEFL iBT atau pesaing akademiknya. Bila tujuan Anda syarat administratif kampus atau instansi dalam negeri, bacalah apakah yang diminta ITP atau justru TOEIC; keduanya sama-sama muncul pada berkas domestik Indonesia dan sama-sama sering tertukar. Bila tujuan Anda melamar atau naik jabatan pada perusahaan yang menilai bahasa Inggris kerja, TOEIC adalah nama yang akan Anda temukan pada pengumumannya.

Apa pun tujuannya, lakukan satu pemeriksaan terakhir sebelum membayar: cocokkan nama tes, varian, dan otoritas penyelenggaranya dengan dokumen syarat Anda. Tiga menit pemeriksaan itu adalah asuransi termurah dalam seluruh proses ini.

Kesalahan nama yang paling sering terjadi di Indonesia

Di lapangan, kekeliruan yang paling mahal bukanlah memilih tes yang sulit, melainkan membayar tes yang salah karena namanya terdengar mirip. Tiga pola berulang terlihat. Pertama, kandidat melamar kerja dengan sertifikat TOEFL padahal pengumuman perusahaan meminta TOEIC — pengujiannya berbeda konteks, dan berkas dinilai tidak sesuai syarat. Kedua, mahasiswa membayar TOEIC karena mengira semua tes ETS "setara untuk kampus", padahal syarat kampusnya menyebut TOEFL ITP dari test center IIEF. Ketiga, peserta membeli paket persiapan generik berlabel "TOEFL/TOEIC" tanpa memastikan produk akhirnya adalah sesi resmi dari otoritas yang benar. Ketiganya dicegah oleh kebiasaan yang sama: selalu baca dokumen syarat sampai ke nama tes dan penyelenggaranya, lalu cocokkan nama itu dengan kanal resmi sebelum uang berpindah tangan.

Kesimpulan: daftar periksa TOEFL vs TOEIC

  • Tujuan: TOEFL untuk studi/akademik, TOEIC untuk komunikasi tempat kerja — tidak saling menggantikan.
  • Kanal Indonesia: TOEIC via ITC Indonesia; TOEFL ITP via IIEF per test center; iBT via jalur ETS/voucher ITC.
  • Tarif resmi TOEIC 2026 dari ITC: Listening & Reading Rp675.000; Speaking & Writing Rp1.452.000, termasuk PPN 11%.
  • Tidak ada konversi resmi antar-keduanya, dan tidak ada konversi ITP ke iBT.
  • Tentukan tes dari dokumen penerima Anda, bukan dari kemiripan namanya, per 3 November 2026.

Sumber